pilpres 2014

politik pilpres 2014

Perang politik di pilpres 2014

Pemilihan legislatif sudah berakhir, dengan kondisi 3 besar dimenangkan oleh PDI-P, Golkar & Gerindra. Diikuti oleh Demokrat dan PKB. 5 partai terakhir yang masih mendapat wakil Pan PPP PKS Nasdem & Hanura. Lupakan PBB dan PKPI yang tidak mendapat hasil. Pertarungan di pileg seperti perang samkok di china yang dimulai dengan banyak negeri2 kecil, sampai akhirnya menjadi 3 negara tersisa. 7 Parpol pemilik suara tentu akan menggunakan suaranya dengan baik untuk mengadakan negosiasi sehingga bisa menjadi bagian dari pemerintahan. Walaupun mungkin Demokrat mau mencalonkan capres dan membuat koalisi sendiri, saya tidak yakin akan kemampuan mereka yang sudah banyak terpuruk. Saya jadi teringat bagaimana Liu Bei negara yang kecil melawan Cao Cao dan Sun Quan yang relatif lebih besar, seperti Jokowi akan melawan Bakrie dan Prabowo. Jika dibandingkan secara banyaknya harta dan modal Bakrie dan Prabowo untuk kampanye, Jokowi bukan seorang yang sangat kaya, tetapi seperti Liu Bei yang bisa menjadi salah satu dari 3 negara besar pada akhirnya hanya karena rakyat lebih mencintai Liu Bei. Saya percaya Jokowi dalam berbagai survey bisa menjadi capres dengan voting tertinggi pun Cuma karena Jokowi bekerja keras untuk rakyat DKI dan Solo dan rakyat Indonesia mau supaya tidak Cuma Jakarta dan Solo yang bisa dipimpin oleh Jokowi tetapi seluruh daerah bisa ikut dibangun jika nanti posisinya sudah menjadi Presiden.

Kabar terakhir saya dengar kalau akan ada koalisi di pilpres putaran kedua antara Ical dan Prabowo berdasar dari hasil perhitungan putaran pertama, siapa yang jadi capres dan siapa yang jadi cawapres. Tentu ini akan membuat pertarungan pilpres di 2014 ini akan menjadi lebih seru. Saya melihat ini akan menjadi seperti perang antara Pandawa dan Kurawa, perbandingan 5 melawan 100. Bisa dibayangkan Golkar dan Gerindra dan tentu saja dengan dana yang dimiliki akan mendapatkan banyak dukungan dari partai-partai pendukung pada putaran 1 dan akan melawan PDIP yang berkoalisi hanya dengan Nasdem (belum jelas arah pkb & ppp). Tentu akan begitu banyak dana dikucurkan, berbagai media terutama televisi tentu akan mempromosikan mereka belum lagi berbagai cara termasuk black campaign yang akan digunakan untuk menjatuhkan Jokowi, mungkin pada akhirnya hanya rakyat yang mempunyai keyakinan kalau Jokowi adalah yang terbaik tanpa kepentingan apapun yang masih mau mendukung, semoga masih banyak rakyat yang ingin untuk Indonesia menjadi lebih baik.

Saya merasa kali ini tidak perlu menuliskan tentang siapa itu Jokowi, semua orang Indonesia sampai ke ujung timur pun sudah mengenal, bagaimana beliau mendapat penghargaan sebagai tokoh anti korupsi, walikota terbaik dunia, tidak mempunyai utang dalam menjalankan bisnis, membangun sarana dan prasarana, sekalipun banyak orang-orang yang “income” nya terganggu karena banyak sistem birokrasi yang diperbaiki, bahkan Ahok dari Gerindra pun mendukung Jokowi walaupun sungkan pada Prabowo. Saya juga tidak mau menjatuhkan capres lain, karena semua orang sudah tahu tentang bagaimana keterlibatan mereka di kasus lapindo, kasus mei 98, begitu besarnya hutang bisnis mereka sehingga sangat memungkinkan terjadinya pengkucuran dana negara untuk membayar hutang konglomerat seperti tahun 97. kali ini saya hanya mengetuk hati nurani kita supaya tetap memilih yang terbaik, memilih tanpa diembel-embeli kepentingan pribadi apalagi sampai terpengaruh memilih capres lain karena untuk mendapatkan income 5 tahunan sekali. Vox populi vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, jangan sampai kita memilih seseorang yang salah sehingga menimbulkan murka Tuhan, marilah kita memilih yang sesuai hati nurani demi Indonesia yang lebih baik.

 

You must be logged in to post a comment.