4 Partai beralih dari Jokowi ke Foke ?
June 29, 2012
Analisis pilkada 2012 : Jangan Golput
July 10, 2012

Foke curang dalam pilkada

Analisa sebelumnya saya menuliskan tentang 4 Partai beralih dari Jokowi ke Foke? dan tentang Detikcom yang menuliskan berita yang sangat pro Foke, kedua hal itu sangat menarik dan membuat saya melakukan penelitian dan analisa lebih jauh. Dalam analisa kali ini saya akan mengungkapkan tentang kedua hal tersebut.
Pertama, tentang berita-berita yang ditulis oleh Detikcom yang sangat pro Foke, itu bukan karena Detikcom “disogok” oleh Foke, tetapi jika para pembaca sekalian lebih teliti, jelas-jelas di atas artikel itu ditulis Advertorial, yang artinya bahwa berita tersebut merupakan iklan yang tentu saja dibayar oleh Tim sukses Foke. Itu juga yang membuat kita semua tidak bisa menuliskan komentar pada berita tersebut. Tetapi hal lain yang menarik adalah, dari judulnya pun Konstelasi Politik Berubah, Kenapa Pendukung Jokowi Pindah ke Foke?, jelas-jelas melanggar peraturan periklanan yang jelas-jelas menjatuhkan pihak Jokowi dan juga peraturan kampanye yang melarang melakukan black campaign seperti ini. Apakah saya sebagai rakyat awam harus melapor ke KPU atau KPU memang mau membuka salah satu matanya untuk melihat hal ini sebelum ada yang melaporkan.

Ini adalah daftar berita yang merupakan iklan Foke di Detikcom

Pilihan Rasional, Pilkada Satu Putaran Ada Pada Foke-Nara
Kompetensi Foke dalam Pusaran Kampanye Pesaing
Foke Punya Kompetensi Tinggi Jadi Gubernur DKI
Foke: Jangan Terjebak Penyederhanaan Masalah Jakarta
Foke-Nara Tekankan Integritas dan Kompetensi
Konstelasi Politik Berubah, Kenapa Pendukung Jokowi Pindah ke Foke?
Kedua, Apakah kedua partai itu betul-betul dari awal mendukung Jokowi kemudian beralih karena sesuatu hal pada saat kampanye menjadi mendukung Foke atau dari awal memang dipersiapkan untuk “menusuk dari belakang” pada saat kampanye dengan mengungkapkan bahwa mereka memutuskan beralih kepada Foke dibanding mendukung Jokowi. Kemungkinan yang kedua adalah cara yang sangat kasar, tidak elegant dan tentu saja rakyat tidak menyukai cara curang seperti itu tentu saja baik 4 Partai itu ataupun pihak tim sukses Foke tidak akan mengakui hal ini. Anggaplah yang terjadi adalah kemungkinan pertama. jika memang 4 partai itu beralih pada saat kampanye karena tiba-tiba berubah pikiran, apa yang menyebabkan mereka berubah pikiran? Saya menyelidiki hal ini, sampai akhirnya saya menemukan artikel dari inilah.com yang berjudul Wikileaks: Foke Beli Suara di Pilkada 2007. Berdasarkan berita tersebut rupanya bukan hanya pada pilkada kali ini, pada pilkada sebelumnya pun banyak partai beralih mendukung Foke karena Foke bagi-bagi duit. Tidak ada bukti tentang hal ini, tetapi setidaknya saya yakin bahwa Wikileaks tidak ada kepentingan dengan sesiapapun yang menjadi gubernur di DKI.
Kedua analisa saya ini bukanlah black campaign terhadap Foke tetapi sekedar mengungkapkan analisa terhadap berita yang tersiar kepada masyarakat supaya masyarakat khususnya warga DKI yang akan mengikuti Pilkada DKI 2012 bisa menjadi lebih cerdas dalam menentukan pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *