Keyword 1

Keyword 2

Figur Caleg Terbaik Daerah

Pada saat pemilihan caleg atau pemilu tahun ini, seperti biasa banyak caleg bahkan capres yang menjanjikan berbagai hal yang akan dilakukan kalo mereka berkuasa. Apakah kita akan tertipu dengan janji-janji yang segera menguap atau mereka betul-betul konsisten dengan apa yang mereka janjikan? Bagaimana kita memilih caleg / capres yang tepat supaya kita tidak terpuruk dalam 5 tahun ke depan?

Kalau kita melihat negara ini seperti perusahaan, bagaimana kita memilih orang yang tepat untuk menjadi manager, ceo dan berbagai posisi penting lainnya? Biasanya kita melihat dari track record sebelumnya, apakah orang tersebut layak mendapat promosi jabatan atau tidak, apakah orang tersebut telah melakukan kewajibannya bahkan melakukan lebih dari tanggung jawabnya atau tidak. Saya pikir sebaiknya dalam hal memilih caleg pun kita bisa melakukan penilaian serupa, kita lihat apakah dia sebagai putra daerah yang mencalonkan diri sebagai caleg telah melakukan hal-hal berguna bagi daerahnya atau bagi bangsa ini secara nasional, atau dia hanya menjadi pelaku bisnis yang terjun ke dunia politik untuk memantapkan bisnisnya, atau hanya menggunakan popularitasnya sebagai artis untuk bisa duduk di kursi DPR dan mendapat berbagai fasilitas negara. Apakah dia telah melayani daerahnya, misal membantu warga sekitar selama 5 tahun terakhir atau sekedar menjelang kampanye.

Kita bisa melihat putera bangsa terbaik yang populer tahun kemarin yaitu Gubernur dan Wagub DKI, Jokowi dan Ahok. Jokowi telah berhasil memajukan kota Solo sebelum dipanggil menjadi Gubernur DKI, Selama menjadi gubernur DKI pun telah banyak membangun DKI dalam waktu singkat dibandingkan gubernur sebelumnya. Ahok sebelum menjadi bupati Belitung telah banyak membantu warga sekitar sehingga bisa terpilih di lingkungan yang mayoritas beragama dan berbeda ras, akhirnya terbukti selama menjabat sebagai bupati belitung dan wakil gubernur DKI pun melakukan pekerjaannya dengan baik.

Saya melihat sekarang ini partai-partai peserta pemilu sudah tidak melakukan kampanye terbuka, mengapa? Karena besarnya biaya untuk menggerakan massa begitu banyak, masyarakat sudah antipati dengan kampanye yang bikin macet dan juga dinilai tidak efektif. Mengapa tidak efektif? Karena para caleg itu akan dipilih berdasar tempat dapil masing-masing, jadi sudah tidak penting untuk berkampanye keliling kota, yang penting justru bagaimana melakukan kampanye di dapil masing-masing. Ini bagus, bagaimana sekarang sebagai masyarakat umum kita memilih caleg yang tepat? Seperti saya bilang sebelumnya, pilihlah berdasar track record sebelumnya. Bukan berdasar janji-janji belaka, tetapi lihatlah apakah orang tersebut memang dikenal baik oleh masyarakatnya, sehingga setelah menjadi wakil rakyat pun dia tidak lupa terhadap kepentingan rakyat yang diwakilinya.

Saya mendapat beberapa masukan caleg yang dianggap layak menjadi wakil rakyat dari teman saya, saya akan membagikan di sini walaupun saya sendiri tidak begitu mengenal langsung orang yang bersangkutan:

  1. Ferry Joko Juliantono dari dapil Kab Cirebon & Indramayu, no urut 1 dari partai Gerindra. Ferry adalah aktivis mahasiswa 80an, membela hak-hak petani melawan pemerintahan. Pada masa reformasi mendirikan Gaspermindo dan menjadi ketua Dewan Tani Indonesia. Tahun 2008, Ferry pernah menjabat sebagai SekJen Indonesia Bangkit yang diketuai DR Rizal Ramli hingga ditahan oleh pemerintahan SBY karena menentang kebijakan kenaikan harga BBM. Saat ini Ferry menjadi ketua DPD Jawa Barat Gerindra dan Ketua umum ASPEBINDO, Ketua umum OISCA, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Fatimah.
  2. Adian Yunus Yusak Napitupulu, Caleg DPR RI Dapil kab Bogor, no urut 2 dari PDI Perjuangan. Adian adalah seorang aktivis 90an sewaktu menentang kebijakan orba dan membela kepentingan rakyat. Adian salah seorang penggerak aksi mahasiswa 98. Adian membela korban SUTET sejak tahun 1996 di kab Bogor, lalu ke Cianjur, Bandung, Sumedang, Cirebon, Majalengka sampai ke Semarang dan membela  14000 KK dan akhirnya perjuangan Adian tidak sia-sia karena tahun 2007 pemerintah harus membayar ganti rugi Rp. 25.000,-/m2 kepada tiap korban dengan jarak 14 m sepanjang jalur SUTET, 42 kk bahkan mendapat penggantian sampai 1 miliar. Adian masih membela korban-korban SUTET walaupun tidak dibayar sama sekali untuk perjuangannya tersebut.
  3. Kuldip Singh, seorang keturunan India Caleg DPRD Dapil 2 kab Bogor no urut 8 dari Gerindra. Kuldip bersama aktivis 90an membentuk FDMJ (Front Demokratik Mahasiswa Jakarta) bergabung dengan Pijar Indonesia menyerukan reformasi hingga ditahan oleh pemerintahan orba, sekarang Kuldip kembali terpanggil untuk memperbaiki keadaan bangsa.
  4. Despen Ompusunggu, Caleg DPR RI Dapil Jabar VI dari partai Nasdem no urut 3. Despen adalah aktivis jurnalis dari IISIP Jakarta. Tahun 1997 menjadi anggota IJTI dan JAMPERS, perjuangannya dilakukan melalui media cetak dan elektronik.  Despen sering meliput daerah konflik di bidang pertahanan keamanan dan politik

Jika ada teman-teman pembaca yang ingin merekomendasikan caleg yang dianggap telah bekerja keras bagi rakyat, silakan email ke tekkwie.com@gmail.com

 

You must be logged in to post a comment.