Keyword 1

Keyword 2

Cagub & Cawagub Pilkada DKI Jakarta Juli 2012

Pilkada DKI masih beberapa bulan lagi, para calon pun rencananya hari ini baru pendaftaran terakhir dan besok sepertinya akan diumumkan oleh KPU, tetapi suasana panas dah terasa sejak dibukanya pendaftaran untuk para calon tersebut. Sampai saat ini yang resmi terdaftar di KPU barulah pasangan independen yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza dan Cagub dari Partai Golkar yaitu  Alex Noerdin-Nono Sampono.

Sebetulnya ada beberapa calon yang sudah disebut-sebut dari awal yaitu Foke dari PD, tetapi Adang rupanya tidak mendapat restu dari PDIP karena PDIP belakangan diajak Gerindra untuk mencalonkan Jokowi sebagai Cagub, tentu saja PDIP lebih suka mendapat cagub daripada sekedar cawagub apalagi didukung oleh Gerindra. Sejak awalpun Mega tidak pernah mau berkoalisi dengan partai berkuasa.  Jokowi sejatinya akan dipasangkan dengan Basuki Tjahja Purnama (Ahok), tetapi rupanya Golkar melalui Tantowi Yahya tidak memberi restu kepada Ahok untuk maju sebagai wakil gubernur karena dianggap tidak mampu.
PKS yang sedari awal hendak mencalonkan Triwisaksana alias Bang Sani sebagai cawagub untuk Foke, tetapi ditolak oleh PD. Akhirnya hendak mencalonkan calon sendiri untuk cagub yaitu Hidayat Nur Wahid yang masih bingung apakah mau berkoalisi dengan calon dari partai lain atau akan memasangkan dengan Bang Sani atau masih berharap pada PD untuk mengajak bergabung dengan Foke.

Pilkada DKI akan dimulai dengan kampanye tgl 24 juni – 7 juli 2012, kemudian pilkada dilakukan tgl 11 juli 2012.

Sebagai pengamat politik independent, saya menganalisa ada beberapa pertanyaan menarik:
1. Mengapa Golkar tidak memilih Ahok yang terbukti selama ini bersih dan mempunyai reputasi baik di masyarakat? Mengapa yang dipilih justru pasangan yang kurang dikenal masyarakat? apalagi pasangan Alex Nono terancam diskualifikasi dengan berpalingnya PDS ke Foke.

2. Mengapa Taufik Kiemas tidak mengajukan Jokowi tetapi malah mengajukan Adang kepada Demokrat? Mengapa Taufik dari partai oposisi mau berkoalisi dengan partai pemerintah dan mendukung Foke? Apakah sekedar becanda sehingga begitu terjadi perubahan dengan diajukannya Jokowi, membuat Foke panik dan harus cari pasangan pengganti?

3. Apakah PDIP akan menolak Ahok yang dari partai Golkar dan meminta Gerindra mengajukan calon lain?

4. Apakah Ahok akan bergabung dengan Gerindra setelah pengunduran diri dari Golkar untuk pencalonan sebagai Gubernur? Sepertinya nasib Ahok akan sangat berubah, antara terpuruk karena tidak diterima oleh PDIP dan mendapat nama jelek di kalangan politikus Golkar atau mencapai puncak karena dicalonkan dan menjadi Wakil Gubernur bersama Jokowi.

5. Mengapa Demokrat tidak mencalonkan Nachrowi Ramli sebagai pasangan Foke? Apakah berkoalisi dengan partai lain mempermudah pengumpulan suara? Bukankah pemilih dari rakyat langsung, apakah ber pengaruh besar?

6. Mengapa Gerindra memilih 2 calon dari 2 partai yang bukan kadernya? apakah karena pasangan Jokowi & Ahok dinilai sangat kuat dan buat Gerindra “sekedar ikutan menang” daripada tidak ada calon kuat toh nothing to lose? Rakyat sih senang saja kalau yang terpilih merupakan tokoh yang dikenal bersih pada masa jabatan sebelumnya tanpa perduli dari partai mana.

7. Seberapa kuat Foke yang didukung oleh 8 partai yaitu Partai Demokrat, Hanura, PAN, PDS, PKB, PBB, PMB, dan Partai Damai Kasih Bangsa, apakah PAN akan mendukung Foke jika Didik Rachbini dari PAN dipasangkan dengan Hidayat Nurwahid? Sepertinya 8 partai pendukung Foke tidak terlalu solid. Mengapa Didik tidak dipasangkan dengan Foke? Apakah Foke akan memilih Nachrowi Ramli?

Sampai sekarang pencalonan saja masih belum jelas. Kita tunggu hasil final sampai nanti malam untuk para calon resmi yang terdaftar di KPU. Sepertinya rakyat intelek lebih tertarik dengan calon yang non partai karena dianggap tidak berkepentingan dengan partai, tetapi figur bersih tanpa korupsi pun tetap disuka oleh rakyat daripada yang terkenal dari partai tertentu.

1 Comment

  • Dedy Suryanto

    untuk warga jakarta sebenarnya terlalu rumit jika dicemplungkan dalam politik yang ujung2nya jika terpilih nga beda dng yang sudah2 janji pd saat kampanye meleset semua yg ada cuma penggusuran k-5,kawasan kumuh dan pajak yg nga jelas larinya kmana, krn berpihak pd pengusaha agar kebagian jatah,kkn tetap brjalan bahkan yg pernah brkuasa pngn balik lg berkuasa abisss enak sihhhhh………..

You must be logged in to post a comment.