Bung Hatta

Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi.

Karir Bung Hatta secara kronologis sbb :

* Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
* Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
* Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
* Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
* Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
* Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
* Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
* Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
* Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
* Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
* Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 – Desember 1949)
* Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
* Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 – Agustus 1950)
* Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
* Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
* Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
* Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)

Ada cerita menarik tentang Bung Hatta. Suatu hari ia melihat iklan sepatu Bally, ia sangat ingin membeli sepatu itu, tetapi ia tidak mempunyai uang. Akhirnya Bung Hatta menyimpan iklan itu supaya bisa mencari alamat tersebut pada saat ia telah memiliki uang. Tetapi sampai wafatnya Bung Hatta tidak pernah bisa membeli sepatu itu. Hal yang menarik adalah, Bung Hatta melihat iklan itu pada tahun 1950 dimana ia telah menjadi wakil presiden. Bisa saja Bung Hatta menggunakan uang negara untuk membeli sepatu itu, tetapi ia tidak mau menggunakan uang negara untuk keperluan pribadi seperti para pejabat masa sekarang. Tabungannya pun tidak pernah cukup karena ia gunakan untuk keluarga dan para kerabatnya yang membutuhkan.

Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

You must be logged in to post a comment.