Keyword 1

Keyword 2

Analisa Pilkada DKI 2012 : Jangan Golput

Para pengguna internet adalah termasuk golongan menengah ke atas yang sering disebut kaum intelektual atau kalau di ibukota dikenal sebagai kaum urban, yang merupakan target kampanye para calon gubernur. Mengapa menjadi target kampanye? Karena jumlahnya sangat besar, termasuk orang-orang yang kritis dan sering kali golput alias tidak menggunakan hak pilih karena kecewa dengan pemerintah yang berjalan ataupun dengan parpol.

Dalam analisa saya, setiap pasangan calon sangat sulit mengalahkan foke dalam satu putaran, tetapi jika para pemilih tidak menggunakan haknya, maka peluang foke menang dalam satu putaran semakin besar, mengapa demikian? Karena foke melakukan otoritas sebagai gubernur untuk melakukan kecurangan pilkada tetapi dengan cara melepas atribut gubernur. Bagaimana caranya, konsolidasi mulai dari kecamatan, lurah sampai dengan rt dengan janji perpanjang masa jabatan jika dia terpilih lagi, kampanye di balai kartini kepada ribuan guru dalam agenda dinas gubernur, ada 20 pelanggaran politik uang, bahkan astra tidak meliburkan pegawainya supaya para pegawai tidak sempat menggunakan hak pilih dan ada indikasi kertas tersebut akan dibolongi oleh oknum tertentu. Dengan kecurangan yang terkoordinir seperti ini, foke mempunyai peluang menang 1 putaran jika orang-orang yang mengkritik pemerintah justru tidak menggunakan hak pilihnya, karena jumlah 50%+1 akan didapat dari orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi untuk mendukung foke. Tetapi jika terjadi putaran kedua, misal antara foke dan jokowi, maka perhitungan saya para pendukung faisal, hendardji dan HNW akan merapatkan barisan mendukung jokowi sekalipun tidak diberikan janji-janji politik, tetapi saya tidak yakin dengan arah politik alex karena langkah golkar sering kali tidak terduga.  Siapapun selain Foke akan mempunyai peluang lebih besar menang di putaran kedua melawan foke, karena pertama ada semangat ASAL BUKAN FOKE. Karena itu marilah semua pemilik hak pilih untuk menggunakan haknya pada pilkada kali ini untuk Jakarta yang lebih baik.

Oh iya, ada lagi satu hal menarik tentang 5 kebohongan foke yang hasil searchingnya begitu banyak di Google tetapi tidak dibahas sama sekali di detikcom.

  1. Gratis biaya pendidikan 12 tahun tetapi faktanya meningkatnya biaya sumbangan gedung, buku dan lain-lain.
  2. Gratis biaya kesehatan, faktanya ada biaya siluman untuk mendapatkan surat keterangan tanda miskin
  3. Banjir kanal timur diklaim sebagai hasil kerja pemda dki, pdhal itu inisiatif dari Jusuf Kala sebagai Wapres waktu itu.
  4. Tentang ektp yang katanya berjalan mulus, tetapi ditunda sampai selesai pilkada
  5. MRT akan selesai tahun ini, padahal tendernya baru dimulai bulan September tahun ini.

Masih ingat tentang apa yang disebutnya “itu hanya genangan air bukan banjir”? Kali ini tim suksesnya menyebut politik uang sebagai biaya politik. Demikian analisa pilkada kali ini, mari gunakan hak pilih dengan bijak.

update : kecurangan terakhir Foke, masih berkampanye di masa tenang dengan mengadakan jalan sehat di bunderan HI. Sebelumnya Foke menggerakan para ketua rt/rw untuk kerja bakti di hari minggu saat 2 pasangan lain berkampanye.

 

You must be logged in to post a comment.