Keyword 1

Kenaikan bbm

Pro Kontra Kenaikan BBM

Masalah kenaikan bbm begitu ramai dibicarakan di berbagai media, sehingga memunculkan berbagai argumen, perbincangan bahkan demo di berbagai tempat. Sebetulnya seberapa dampak kenaikan bbm yang diperkirakan Rp. 1500/liter untuk premium sehingga menjadi Rp. 6000 dari sebelumnya Rp. 4500
Beberapa partai terutama partai oposisi seperti Hanura (17 suara), PDIP (94 suara) dan Gerindra (26 suara) berbicara dengan kuat tentang penolakan mereka terhadap kenaikan bbm demi kesejahteraan rakyat. Bahkan PDIP mengklaim kalau mereka tidak menunggangi para pendemo anti kenaikan bbm tetapi memimpin para pendemo. PKS (57 suara) menyatakan menentang kenaikan BBM meskipun berada dalam koalisi pemerintah, Demokrat menganggap PKS berpijak pada 2 tempat, satu sisi ingin menyenangkan rakyat, di sisi lain bergabung dengan koalisi pemerintah hingga mengajukan usulan kepada SBY untuk mengeluarkan PKS dari koalisi. Banyak kalangan politisi memandang bijak langkah PKS, dengan umur koalisi maksimal Juli 2014 , tetapi membuat rakyat melihat PKS pro rakyat untuk hasil pemilu Juli 2014 dan pilkada DKI Juli 2012. Total suara menentang kenaikan BBM 194 suara. Sementara itu PKB (28 suara), PPP (38 suara) dan PAN (46 suara) mendukung Demokrat (148 suara) untuk menaikan harga BBM. Total pro kenaikan bbm 260 suara. Sementara Golkar yang mempunyai 106 suara di DPR sepertinya akan menentukan hasil voting apakah akan terjadi kenaikan bbm atau tidak.

Apakah sebenarnya yang terjadi di dunia politik pemerintahan kita? Apakah untuk pencitraan menjelang Pilkada DKI dan Pemilu 2014 sehingga partai oposisi begitu vokal menolak kenaikan BBM atau Memang perlu dinaikan karena harga BBM di negara kita begitu rendah hingga memberatkan APBN dan lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga?

Kwik Kian Gie memperhitungkan bahwa sebetulnya pemerintah mendapat surplus dari penjualan minyak sebesar 97 triliun, tetapi Sutan Bathoegana menyebutkan bahwa pemasukan dari kenaikan BBM itu untuk menambah APBN dari sektor migas, jika BBM tidak dinaikan maka gaji pejabat beserta tunjangannya yang akan dikurangi. Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN yang membawahi Pertamina menyebutkan bahwa jika BBM Premium tidak dinaikan, maka ada selisih jauh dengan Pertamax yang akan membuat persediaan Premium akan habis pada bulan Agustus karena pengguna Pertamax akan beralih ke premium.

Sebetulnya saya setuju jika Dahlan Iskan mengatakan BBM harus dinaikan supaya masyakat pengguna kendaraan pribadi menggunakan pertamax, karena toh premium diutamakan untuk angkutan umum. Alokasi kenaikan BBM bisa digunakan untuk APBN dan pembangunan. Tetapi Dahlan Iskan pun menyebutkan kalau BUMN diminta setoran menjadi 30 trilyun dari sebelumnya 28 triliun, ini artinya pelayanan masyarakat dari sektor BUMN akan menurun untuk mengurangi biaya. Jadi APBN dari kenaikan BBM akan dialokasikan kemana? Apakah kenaikan BBM digunakan untuk meningkatkan gaji pejabat? Atau untuk pembangunan gedung DPR yang baru? Mungkin inilah sebetulnya yang menjadi alasan partai oposisi menolak kenaikan BBM yang juga disuarakan oleh para pendemo.

Harga rokok sebungkus lebih dari 6000. Harga air mineral pun lebih mahal daripada premium. Saya tidak merasa masyarakat merasa berat dengan naiknya BBM Rp 1500, selama harga segala bahan kebutuhan pokok tidak ikutan naik. Apakah kita bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis dan perbaikan berbagai fasilitas umum lainnya dengan naiknya BBM? Apakah pemerintah bisa menjaga atau memberi subsidi supaya harga kebutuhan pokok tidak naik sebagai efek naiknya BBM? Jika ya, saya yakin rakyat akan setuju dengan kenaikan BBM.

No Comments

You must be logged in to post a comment.