akibat kenaikan ump

kenaikan ump

Akibat kenaikan ump

Saya sering merasa bingung kalau melihat para buruh yang melakukan demo untuk menuntut kenaikan ump. Apakah tidak ada perjanjian kerja tentang upah? Apakah perusahaan tidak membayar upah sesuai dengan yang dijanjikan? Apakah tidak ada sanksi bagi buruh yang melakukan demo? Apakah para mandor, supervisor bahkan manager ikut2an demo bersama para buruh? Apakah perusahaan tidak bisa memecat buruh yang melakukan demo, atau memutasi buruh2 yang diduga provokator di perusahaan dalam suatu demo? Apakah buruh demo karena perusahaan telah mendapatkan keuntungan yang besar dan memperlakukan buruh tidak adil berdasar pekerjaan yang dilakukan para buruh? Saya tidak tahu apa yang terjadi pada tiap perusahaan yang buruhnya demo tersebut. Tetapi saya mencoba menganalisa apa yang terjadi jika perusahaan mengikuti keinginan para buruh dan solusi bagi perusahaan supaya tidak gulung tikar.

Misal kita buat contoh kasus. Sebuah perusahaan mie instan memberi gaji buruh sekarang 2 juta rupiah dan mereka demo menuntut upah 3 juta rupiah. Mereka mempunyai 1000 buruh, artinya minimal mereka mesti menyediakan dana 1 miliar setiap bulan untuk tambahan biaya gaji sesuai tuntutan buruh. Misalkan perusahaan tersebut mendapatkan omzet penjualan 3 juta bungkus mie instan perbulan dengan harga 1500 / bungkus sebesar 4,5 miliar, biaya hpp diluar gaji buruh anggaplah 2 miliar, artinya jika selama ini keuntungan sebesar 2,5 miliar dipotong gaji buruh 2 miliar maka perusahaan mendapat keuntungan 500 juta rupiah. Apa yang terjadi jika buruh menuntut kenaikan gaji 1 juta per bulan? Maka dengan penjualan dan harga yang sama perusahaan rugi 500 juta per bulan otomatis perusahaan akan gulung tikar pada akhirnya.

Pada akhirnya perusahaan dihadapkan pada 3 solusi :

  1. meningkatkan penjualan menjadi 4 juta bungkus perbulan
  2. harus menaikan harga jual menjadi 2000
  3. mengurangi jumlah buruh menjadi 700 orang
  4. kombinasi dari ketiganya, misal harga jual naik jadi 1600, penjualan menjadi 3,2 juta bungkus dan jumlah buruh menjadi 900 orang.

Apa konsekuensi dari setiap solusi yang diambil tersebut :

  1. Meningkatkn penjualan merupakan solusi paling bijak sekaligus paling sulit, bagaimana cara meningkatkan penjualan? Setiap bulan manager marketing sudah berusaha keras menaikan omzet, apalagi dengan kondisi dollar yang juga naik sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Sedangkan direktur melihatnya, seharusnya jika penjualan bisa ditingkatkan, mereka bisa membuka cabang baru dan merekrut buruh lagi, bukan dialokasi sebagai gaji buruh.
  2. Jika harga dinaikan, mungkin untuk 1 perusahaan saja akan mengurangi daya saing terhadap perusahaan lain. Jika dilakukan seluruh perusahaan sejenis masyarakat akan mencari solusi mencari yang lain. Tetapi jika dilakukan oleh seluruh perusahaan, karena kenaikan ump diminta oleh seluruh buruh sekaligus, maka yang terjadi adalah inflasi. Maka uang senilai 3 juta hanya bisa membeli kebutuhan pokok yang dulu senilai dengan uang 2 juta karena terjadi inflasi sebesar 50% karena kenaikan ump. Jadi buruh tidak mendapatkan apa-apa. Perusahaan yang tidak bisa menjual lagi karena harga tinggi yang terpaksa harus dipasang, tidak bisa bertahan dan akan gulung tikar, akhirnya banyak buruh yang menganggur. Para bos dan assetnya akan membuka perusahaan baru, bagaimana dengan nasib para buruh? Saya jamin para bos tersebut dengan perusahaan barunya tidak akan merekrut para buruh yang dulu mendemonya hingga bangkrut.
  3. Mengurangi buruh dan mengganti dengan mesin adalah solusi paling baik sekaligus meningkatkan jumlah pengangguran, artinya yang menjadi korban adalah para buruh itu sendiri. Sekalipun perusahaan membayar pesangon, itu lebih baik daripada menaikan upah seluruh buruh. Bahkan perusahaan bisa saja mencari alasan dan menekan buruh untuk berhenti kerja secara personal terutama para buruh yang sering menjadi provokator, alasan paling sering digunakan adalah, buruh tersebut sudah tidak ada semangat bekerja dan tidak bisa bekerja sama dengan atasan ataupun rekan2nya.
  4. Kombinasi dari ketiga solusi tersebut adalah baik, tetapi bagaimana cara meningkatkan penjualan sekaligus dengan harga yang naik? Jangan lupa, tetap ada buruh yang dikurangi walaupun tidak sebanyak di solusi no 3.

Bahkan jika misal di Jakarta Jokowi memberikan solusi upah buruh semua naik dan semua perusahaan menyanggupi, maka akan terjadi efek urbanisasi, karena orang-orang dari kampung akan ke Jakarta karena tergiur upah yang lebih besar. Jika upah buruh dari 2,2 juta menjadi 3,7 juta, berapa gaji para sarjana setelah mereka keluarin uang puluhan juta untuk mendapatkan gelar? Berapa omzet yang harus dikejar perusahaan untuk menutup kerugian dari kenaikan biaya gaji tersebut. Perusahaan industri kecil justru tidak bisa bersaing karena tidak bisa memenuhi keinginan para buruh, akhirnya perusahaan asinglah yang menguasai industri di Indonesia, jadilah kita budak di negeri sendiri hanya karena akibat kenaikan ump.

Saya menawarkan solusi terbaik untuk para buruh:

  1. Kalian para buruh menyerahkan surat berhenti kerja secara pribadi dengan isi bahwa jika tuntutan kenaikan upah yang anda minta tidak dipenuhi, maka anda akan mengundurkan diri dari perusahaan. Saya jamin jika perusahaan merasa kenaikan upah itu tidak terlalu besar, maka perusahaan akan mempertahankan anda tetap bekerja, apalagi jika anda bekerja dengan baik. Jika tuntutan anda terlalu tinggi, selamat anda akan berhenti bekerja dan sebaiknya mulai mencoba menjadi pengusaha. Jika selama ini anda bekerja dengan baik, mengapa takut?
  2. Bagi para pemilik perusahaan pun mereka tinggal memilih siapa yang dilepas dan siapa yang dipertahankan. Ini seperti solusi no 3 tetapi tanpa perlu melakukan demo dan membuat jalan macet sehingga masyarakat terganggu dan tidak simpati pada para buruh.

Saya mengajak para buruh yang suka berdemo, coba ingat bagaimana hidup anda sebelum bekerja seperti sekarang, bukankah anda meminta supaya diterima kerja bahkan kadang berkata, gak apa2 terserah kebijakan perusahaan saja, yang penting saya bisa kerja. Sewaktu kerja, kalau kerja anda bagus bukankah perusahaan menyediakan jenjang karir artinya gaji akan otomatis naik. Jika terjadi inflasi atau perusahaan tutup bukankah para buruh sendiri yang rugi dan menjadi pengangguran lagi? Jika anda memang layak menerima gaji yang lebih besar, mengapa  tidak mencoba di perusahaan yang lain? Jika anda yakin bisa mendapat income lebih baik, mengapa tidak mencoba wiraswasta? Mengapa menggantungkan hidup pada perusahaan, kemudian demo dan menuntut kenaikan income jika ump dirasa sudah tidak cukup. Coba pertimbangkan sebelum anda berdemo hari ini.

 

You must be logged in to post a comment.